Pena yang menari, menorehkan kata menjadi kalimat, menyusun bait. Kumpulan tulisan, jurnal, renungan, cerita, perwujudan perasaan
Sunday, April 15, 2012
We Love You Mas Tama
We Love You Mas Tama
song: Jamrud
lirik: Trans TV crew
"...pada kami semangat di hati
awal terasa sulit
dimaki maki, sampai kuping sakit
yang penting kamu
beri kami semangat yang tinggi
Semoga Tuhan melindungi kamu
serta tercapai semua angan dan cita-citamu
mudah-mudahan diberi umur panjang
sehat selalu Mas Tama
Semoga Tuhan melindungi kamu
serta tercapai semua angan dan cita-citamu
mudah-mudahan diberi umur panjang
sehat selalu Mas Tama
we love you Mas Tama
we love you Mas Tama
we love you Mas Tama"
Wishnutama
Presiden Direktur dari PT. Televisi Transformasi Indonesia dan Direktur Produksi dari PT. Nusantara Tivi Tujuh, ke duanya dalam naungan CT Corp.
Baru kali ini melihat ada acara farewell yang di-organized dengan waktu yg sempit, kreativitas yg tinggi dan menggemparkan media. Twitter heboh, media heboh, blogger juga heboh...
Menurut gw, dia seorang pemimpin yang dicintai oleh bukan hanya karyawan-karyawannya tapi juga ex-karyawannya. Inovatif, kreatif, dan visioner.
Special thanks to zulkidankiplay for uploading the video to Youtube
Sunday, March 4, 2012
Pintu Kamar Mandi
“Jangan dipakai ! Jangan dibersihkan!”
Dua kalimat seru itu di print di
atas karton yang di-laminating dan ditempel di depan pintu kamar mandi. Ketika diundang ke salah satu Rumah Sakit
swasta di bilangan Tangerang, saya masuk ke ruang direktur dan bicara dengan
penghuni ruangan itu. Disitulah saya
menjumpai tulisan ‘aneh‘ itu.
Mungkin anda bingung, kenapa tulisan itu ada. Sama seperti saya, saya terus
menerus memandangi tulisan itu. Sampai direktur itu menyadarinya dan berkata
dengan perlahan, “Bapak bingung ya kenapa ada tulisan itu? Hampir semua orang
yang bertamu ke sini, pasti menanyakan hal itu.
Bila saya perlu ke kamar mandi, saya pasti keluar dari ruangan ini dan
pakai toilet di depan. Toilet
karyawan. Agar saya bisa berbaur dengan
yang lain, bisa ngobrol dengan mereka.
Tapi, kontraktor pembuat Rumah Sakit sudah terlanjut membuat kamar mandi
di dalam ruangan direksi ini. Unutk itu
saya taruh tulisan itu, saya tidak mau ruangan toilet ini dipakai oleh SIAPA
PUN, pakai yang diluar saja. Saya tidak
mau sombong, mentang-mentang pangkat tertinggi, toilet pun exclusive, harus
terpisah dari yang lain. Karena tidak digunakan, maka tidak usah dibersihkan
pula.”
WOW !
Satu kata, reaksi saya hanya satu kata.
Dalam perjalanan pulang, saya teringat akan teori manajemen yang pernah
saya baca dalam sebuah literatur. Orang
Jepang yang pertama kali mengemukakan itu, tentang “pintu kamar mandi”.
Apa yang dikejar? Pembauran ? Down-to-earth? Efisiensi? Atau sekedar cari
sensasi?
Eklusivitas mau dihapuskan, pembauran dilakukan. Agar gap yang ada di antara top management
dengan middle management maupun low management bisa diminimalisir. Kebanyakan manusia di muka bumi ini bila
sudah punya posisi, kekuasaan, kekuatan, mereka merasa “lebih” dari
orang lain. Tidak mau disamakan. Punya harga yang tinggi. Tapi itu semua mau dipatahkan dengan “pintu
kamar mandi”
Semoga menginspirasi. Tetap semangat
!!
Lantai bawah
Pekerjaan saya mengharuskan saya keluar-masuk Rumah Sakit. Jabodetabek, Bandung, Jogja, Lampung,
Pekanbaru, dll. Ketika diundang bicara
di RS swasta di daerah Bekasi, saya kaget ketika turun ke lantai basement. Padahal kala itu, saya mau bertemu dengan direktur
utama dari rumah sakit itu, tapi kenapa ke basement? Puluhan rumah sakit telah saya kunjungi,
semuanya memiliki kesamaan, kantor manajemennya di lantai paling atas. Tapi apa yang saya jumpai di RS itu adalah
berkebalikan. Lebih terkejut lagi ketika
saya melihat arsitektur di lantai basement sangat berbeda dengan ground
floor/lobi. Lobi begitu mewah dan
modern, sedangkan basement sangat sederhana dan terbilang biasa saja. Ketika bertemu dengan sang direktur, untuk
melepas rasa penasaran di dalam dada saya tanyakan, “Kenapa kantornya di
basement? Biasanya kan di lantai paling
atas”
“Haha ! kita sengaja berkantor di
bawah pak, dengan filosofi membangun dari bawah. Menopang,” sambil membuat gerakan mengangkat
barang dengan dua tangannya.
Sangat berbeda dengan rumah sakit-rumah sakit lainnya yang saya jumpai, di
mana kantor manajemennya diletakkan di lantai paling atas.
Dua kata: think out of box dan berani berbeda.
Saya yakin filosofi itu juga dikomunikasikan kepada seluruh jajaran
manajemen RS.
Semoga menginspirasi. Tetap
semangat!!
Tuesday, November 29, 2011
Berjalan-jalan tanpa mall
Bosan tiap kali
week-end ke mall ?
Kota Jakarta
merupakan kota dengan jumlah mall terbanyak di dunia
Jenuhkah kita ?
Saya punya tips
untuk Anda yang mau mencoba sesuatu yang berbeda. Menghabiskan waktu tanpa
mall, membuka wawasan dan mengisi jiwa dengan budaya, sebuah makanan untuk jiwa
kita.
- Pusat kebudayaan
Beberapa Negara mau memiliki pusat kebudayaan di kota Jakarta. Tepisah dari
kedutaan, tempat ini biasanya dilengkapi dengan perpustakan, tempat kursus
bahasa, auditorium/ruang serba guna.
Tengok saja:
-
Erasmus Huis (Belanda) – Rasuna Said
-
Goethe Haus (German) – Jl. SAM Ratulangi
-
Japan Foundation (Jepang) – Gedung Sumitmas, Sudirman
-
Rusia
– Jl Diponegoro, Menteng
-
Italian Institute of Culture Jakarta (Italia) – Menteng
- Pusat Kebudayaan India Jawaharlal Nehru - Menteng
-
@america
– Pacific Place lt 3
- Centre Culturel Français de Jakarta (Perancis) - Salemba dan Wijaya
Melihat kebudayaan dari negeri orang lain tidak harus bepergian ke negeri
asalnya. Kita dapat menghemat biaya dengan mengunjungi pusat kebudayaan mereka.
Acaranya apa saja ? Biasanya rutin ada pemutaran film. Di auditorium kerap kali
diadakan acara, tapi itu semua tergantung siapa yang sedang berkunjung, siapa
yang menyewa tempat itu, sedang ada program apa. Misalnya: drama/teater,
diskusi, konser musik klasik, dialog, piano/ensemble concert, tarian, film
screening, pameran seni (lukis, patung, seni rupa).
Untuk tahu jadwal acaranya, ikuti milis dari masing-masing pusat
kebudayaan, kunjungi website-nya, atau datang ke venue dan ambil booklet acara
(bulanan).
- Tempat pertunjukan
Di venue-venue ini jamak digelar pagelaran-pagelaran atau pementasan karya
seni pertunjukan. All about performing art. Seperti: tarian, drama, musik.
Beberapa contoh tempat pertunjukan di Jakarta:
-
Taman Ismail Marzuki - Cikini
-
Gedung Kesenian Jakarta - Pasar Baru
-
Teater Salihara - Pasar Minggu
- Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail (PPHUI) - Rasuna Said
- Bentara Budaya Jakarta - Palmerah
- Festival
Serangkaian acara bertema tertentu yang diakan dalam selang waktu tertentu.
Misalnya:
-
Festival
makanan/jajanan
- Jalan-jalan di tempat terbuka
-
Taman
kota: Menteng, Lembang, Mahakam/Ayodya
-
Situ-situ
-
Amusement
park: TMII, Ancol, kebun angrek, Kebon Binatang Ragunan, Kota Tua
Amarah
Saat perasaan itu
ada
Gelisah di dada
Muka menjadi
terlipat
Dan suka pun
sirna
Keluarkanlah saja
Jangan kau lama
menyimpan
Carilah kawan
Bicarakanlah saja
Tumpahkan semua
Limpahkan semua
Tuangkan semua
Biarlah rasa itu
terangkat pergi
Keluar bersama
dengan ceritamu
Pergi.
Jika kau kesal
dengan dia
Pulang kau bawa
batu
Tidur pun kau tak
tenang
Lihat… dia tidur
pulas sekali
Jadi… untuk apa?
Untuk apa semua
itu?
Semua itu untuk
apa?
Lepaskan,
bebaskan
Wednesday, September 7, 2011
Paku
Pernah ada anak
lelaki dengan watak buruk. Ayahnya memberi dia sekantung penuh paku, dan
menyuruh memaku satu batang paku di pagar pekarangan setiap kali dia kehilangan
kesabarannya atau berselisih paham dengan orang lain. Hari pertama dia memaku
37 batang di pagar. Pada minggu-minggu berikutnya dia belajar untuk menahan
diri, dan jumlah paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari. Dia
mendapatkan bahwa lebih gampang menahan diri daripada memaku di pagar.
Akhirnya
tiba hari ketika dia tidak perlu lagi memaku sebatang paku pun dan dengan
gembira disampaikannya hal itu kepada ayahnya. Ayahnya kemudian menyuruhnya
mencabut sebatang paku dari pagar setiap hari bila dia berhasil menahan
diri/bersabar. Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba harinya dia bisa
menyampaikan kepada ayahnya bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar.
Sang
ayah membawa anaknya ke pagar dan berkata: "Anakku, kamu sudah berlaku
baik, tetapi coba lihat betapa banyak lubang yang ada di pagar." Pagar ini
tidak akan kembali seperti semula. Kalau kamu berselisih paham atau bertengkar
dengan orang lain, hal itu selalu meninggalkan luka seperti pada pagar. Kau
bisa menusukkan pisau di punggung orang dan mencabutnya kembali, tetapi akan
meninggalkan luka.Tak peduli berapa kali kau meminta maaf/menyesal, lukanya
tinggal. Luka melalui ucapan sama perihnya seperti luka fisik.
Mohon maaf lahir dan batin
Sunday, September 4, 2011
di kala survei itu
Pagi itu pukul 07.03 WIB ketika aku tiba di lobi Central Park, kawasan superblok di bilangan Jakarta Barat, dikarenakan janji bertemu di meeting point itu adalah pukul 7 tepat. Memang... bukan orang Indonesia jika tidak ngaret, sekitar 07.30an lah baru meninggalkan lokasi, itu pun minus 2 orang dalam mobil. Yang 1 karena di apart Mediterania, msh dalam kawasan superblok itu, maka aku putuskan untuk menjemputnya saja. Yang satu lagi lebih parah, saat masuk lobi, dia baru telepon dan memberitahu masih di rumah. Akhirnya diputuskan utk bertemu depan Untar saja (sebrang Citraland).
Akhirnya tol dalkot pun dimasuki setelah menjemput peserta terakhir di depan Untar, dengan sebelumnya tidak lupa mengucap syukur pada Yang Maha Kuasa dan mohon bimbingan selama perjalanan, dimulailah perjalanan itu....
Tujuan perjalanan:
Peserta:
Moda transportasi:
... nanti disambung lagi.... *perang sama nyamuk*
Akhirnya tol dalkot pun dimasuki setelah menjemput peserta terakhir di depan Untar, dengan sebelumnya tidak lupa mengucap syukur pada Yang Maha Kuasa dan mohon bimbingan selama perjalanan, dimulailah perjalanan itu....
Tujuan perjalanan:
Santa Monica 1 Camping Ground, CiawiAlasan perjalanan:
Technical survey untuk youth camp dan menetapkan jalur trekking
Peserta:
13 orang (7 laki laki dan 6 perempuan)
Moda transportasi:
Darat (2 minibus dan 1 SUV)
... nanti disambung lagi.... *perang sama nyamuk*
Subscribe to:
Posts (Atom)
Terlatih Ditolak - sebuah parodi
Aku sudah mulai lupa Saat pertama kali ditolak Dari penolakanyang halus Hingga diusir dari rumahnya *Terima kasih kalian Barisan penolakan ...
-
arr. L. Putut Pudyantoro Kala kudengar panggilan Tuhan Ku persembahkan seluruh hidupku Lalu ku arungi samudera luas Berpegang pada k...
-
(OST. Penginapan Pintu Naga) Hidup yang penuh rintangan Tercurah bak derasnya hujan Mengapa kita harus jumpa Bila tak tahu akan ke mana Rind...
-
Scene seorang perempuan masuk ke bangsal anak laki-laki sambil berseru memanggil nama seorang anak, sebutlah CD. Ternyata dia adalah ibu ya...