Monday, August 13, 2018

From Japan with poem #3

Mataku tak dapat lihatMu
Namun kurasa cintaMu hadir
Di tengah orang yang perhatikanku

Kulihat kasih setiaMu nyata
PertolonganMu tak pernah terlambat
Dari yang tak kuduga


Hakone, 23 Mei 2018

Saturday, June 2, 2018

From Japan with poem #02

Di malam yang sunyi ini
Ku duduk sendiri
Menatap langit nan gelap
Semakin kelam
Udara yang dingin menggigit
Angin menusuk tulang

Jalan sepi
Gedung-gedung diam
Lampu berpijar tak lagi menyapaku

Oh malam
Kenapa kau datang
Menghapus cerahnya siang
Membawa kekelaman

Biarlah gelap di luar sana
Namun hatiku tetap terang teguh
Karena adaMu yang setia  menemaniku

Segelap apapun malam
TerangMu lingkupi hatiku
Sedingin apapun hatiku
Hangat kasihMu terus penuhiku
Sekelam-kelamnya malam
Kasih setiaMu tak pernah berubah

Hakodate, 23 Mei 2018

From Japan with poem #01

Langit biru, awan menjadi celananya
Sang surya memancar cerah, terik
Mata tak kuasa menahan
Laju kereta membawa ku pergi

Semakin jauh kutempuh
Semakin sadar 
KuasaMu begitu hebat
CiptaanMu ya Maha Agung

Seorang Yohanes pun berucap
Biar aku semakin kecil
Engkau semakin besar

(22 Mei 2018)

Friday, October 31, 2014

a good bye poet for friend

Ada garis start, ada pula garis finish
Kedatangan dilanjutkan dengan kepergian
Ketika bertemu, bersiaplah untuk berpisah

Kesempatan yang baik utk melangkah maju
Membuat kita tak lagi berjalan pada jalan setapak yang sama
Tapi kuyakin, perpisahan ini hanya sementara
Kelak kita akan bersua kembali

Doa dan harapku
Semoga kau menemukan passion mu, 
meraih jalan menuju cita-cita mu,
dan mendapatkan kebahagian di hati.

Monday, December 2, 2013

Read and write

Sudah 6 hari ini, kuselipkan buku fiksi dalam daftar bacaan setiap hari. Sudah menjadi kebiasaanku, karena bisnis yg kugeluti, aku membaca buku-buku positif setiap hari. Yah, tak ada salahnya ada tambahan buku fiksi. 

Have a Little Faith, tulisan Mitch Albom, hadiah seorang teman (thanks to Melissa Tan), sewaktuku ulang thaun (atau waktu Natal ? Oh tak ingat persisnya..). Buku yg menarik & membuat nagih. Sedikit bicara tentang adat agama Yahudi dan pengalaman iman 2 orang yg sangat berbeda. Dari sebuah kisah nyata, dilengkapi kutipan2 khotbah dari tokohnya. Interesting !






Buku fiksi berikutnya yang kulahap habis dalam 2 jam adalah Madre, buah tangan penulis Indonesia Dee. Hadiah teman kantor (thanks to Christine Linelejan). Buku fiksi yang kemudian diangkat menjadi film layar lebar. Menarik, cukup deskriptif gaya penulisan Dee. Dan tema 'roti' membuatnya unik dan insting penasaranku selalu menghantui.






Ternyata membaca buku fiksi itu sangat mengasyikkan, jauh lebih cepat daripada baca buku non-fiksi. Mungkin karena baca sekedar baca, karena isinya cerita. Kalau non-fiksi perlu dipikir dan dipelajari.

Sekarang lanjut buku ke-3, Cerita di Balik Noda, Fira Basuki. Hadiah ultah dari teman kantor (thanks to Arif Setiawan). Ternyata buku ini dari Unilever, Rinso punya hajat. Dari tulisan-tulisan yang dikirim dair kompetisi Rinso, kemudian digodok oleh Fira Basuki, jadilah sebuah buku yg menginspirasi jiwa. Wow ! Cerpen-cerpen yang benar-benar menginspirasi dan menyentuh hati, dari 3 cerita baru kubaca, di akhir 2 cerita, air mata ini tidak terbendung lagi...
Tidak disangka dari guratan pena, hati bisa tergerak, kontan air mata pun meleleh di pipi. Yaa.. sebutlah aku pria perasa, sensitif, melankoli, atau apapun itu. Hati ini mudah merasa dan tergerak. 
Setelah membaca, aku pun tergerak untuk menulis. Blog-ku sudah lama tak ku update. Terlebih, dalam buku Madre ada bahasan tentang update blog seminggu sekali. Ha..ha... tersindirlah diriku.

Seseorang pernah berujar, seorang penulis buku biasanya baru menulis buku ketika berumur 40 tahun. Jadi, kalau kita bisa membaca 20 buku, itu sama saja dengan pengalaman 600 tahun. Buku memang jendela dunia. Imaji kita dibawa terbang mengkhayal dengan buku-buku fiksi. Belajar, serap ilmu dan jadilah lebih baik dengan buku-buku pengembangan kepribadian. 
Leader are reader ! Keep reading guys !

Dream

Tidak ada impian yang terlalu besar
Tidak ada pemimpi yang terlalu kecil
Beri impian makan
Ia adalah nyala lilin di tengah gulita kehidupan
Latih impian menjadi besar
Kehidupan kadang memukulnya mundur
Semangat tidak selalu membara
Impian terdalam tidak pernah padam
Gali impian
Teman-temanmu sering menguburnya
Percayai impian
Walau seluruh dunia memalingkan wajah
Impian
Itu saja... cukuplah

16 Nov '13

What is Love

Kata mereka, cinta buta
Aku melihat keindahan setiap waktu
Kata mereka, cinta memabukkan
Mengingatmu, kesadaranku pulih benar
Kata mereka, cinta itu sakit, menderita
Di kala sakit, aku ingat dirimu, hangat terasa di dada
Kata mereka, cinta itu pengorbanan
Denganmu selalu saling memberi dan menerima apa adanya
Kata mereka, cinta tak pernah salah
Baru kali ini, mereka benar

16 Nov '13